Label

Tampilkan postingan dengan label KELUARGA HARMONIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA HARMONIS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Tips Mempererat Hubungan antara Ayah dan Anak

Ikatan emosional antara ayah dan anak, ditentukan salah satunya oleh interaksi
antara ayah dan anak itu sendiri. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini, dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil. Namun banyak kendala yang dihadapi seorang ayah untuk meluangkan waktunya merawat anak karena kesibukan di luar.
Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini?
Berikut adalah tips-tips bagi Anda.
1. Persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil
Seorang suami sudah terlibat dalam pembuahan seorang anak, yang menjadikan istrinya mengandung. Masa kehamilan selama 9 bulan ini dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan diri Anda sebagai seorang ayah.
Berperan aktif lah Anda sebagai seorang suami sekaligus calon ayah dengan membantu kehamilan istri.
Mengikuti persiapan persalinan berupa senam, membaca buku bersama mengenai kehamilan, cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Bila memungkinkan temanilah istri Anda dalam persalinan. Melihat langsung perjuangan istri Anda, dan detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang
lahir ke dunia ini, akan menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak Anda.
2. Ikut aktif merawat bayi
Sedari awal menjelang kelahiran, cobalah ikut aktif merawat bayi Anda. Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok, memandikan, dan mengasuh bayi mereka sejak dini, akan besar kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya.
Kebiasaan ikut aktif sang ayah dalam merawat bayi akan terbentuk. Anda akan menemukan saat-saat indah dalam masa ini. Anda bisa memandikan, mengganti popoknya, memberikan susu botol dan meninabobokan. Untuk masa awal, adalah wajar bila terjadi kesalahan-kesalahan karena yang perlu diingat merawat bayi perlu pengalaman secara langsung, penuh coba
dan memperbaiki kesalahan. So nothing to loose. Try and you’ll enjoy it.
Bayi Anda akan semakin merasakan kehadiran Anda, mengenali sosok wajah Anda, suara Anda dan bau ayahnya.
Tips bagi ibu…,
biarkanlah suami Anda ikut merawat dan mengasuh dengan
gayanya sendiri, Anda bisa memberikan dukungan dan dorongan agar suami akan semakin perrcaya diri dalam merawat bayinya. Memberikan masukan dan membetulkan cara merawat akan menambah smooth.
Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya, usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi. Give him the space.
3. Bermain bersama
Ketika bayi Anda makin beranjak usia, lewatkan waktu bersama untuk bermain, membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi Anda yang mulai merangkak, mulai belajar berbicara atau berjalan. Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan, yang digemari seperti kuda-kudaan, pesawat terbang atau sembunyi sembunyian.
Sesuaikanlah dengan perkembangan usia anak Anda.
Membaca, mewarnai atau melakukan keterampilan menggunting, menempel secara bersama-sama.
4. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda
Ketika anak Anda mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda, dengan mengenali misalnya nama teman-temannya, dengan siapa dia bergaul, aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/SD nya.
5. Jadilah pendengar yang baik
Kesibukan kerja terkadang membuat Anda mengabaikan cerita-cerita anak Anda. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga, atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk
mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu.
Jangan hanya ‘meng-iyakan’ agar cerita anak itu lekas selesai atau mengatakan nanti ayah sedang sibuk.
Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak akan semakin malas untuk bercerita pada anda. Akhirnya
kebiasaan bercerita dan sharing dari anak akan menghilang. Jadi jangan Anda mengeluh bila anak Anda tidak terbuka suatu hari nanti, karena kebiasaan ini dimulai dari respon Anda sebagai pendengar yang baik atau tidak.
Dengan menjadi pendengar yang baik, disamping keterbukaan, Anda akan menjadikan anak Anda dapat mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.
6. Komunikasi yang baik
Bila Anda dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak Anda, usahakan lah tetap menjalin komunikasi dengan baik, melalui telepon atau chatting internet. Tunjukkan perhatian Anda, rasa sayang Anda melalui telepon, sms atau melalui surat.
Juga Anda bisa menggunakan moment ini sebagai pendewasaan bagi anak Anda. Misalnya dengan mengatakan Ayah akan pergi selama beberapa hari, ayah minta tolong yah agar Arif menjadi
anak baik dan menjaga ibu.
Anak akan merasakan dia dipercaya dan bertanggung jawab atas tugas-tugas tertentu.
7. Percayai anak Anda dan berikan kebebasan
Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak Anda. Kepercayaan Anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Janganlah mendikte dia untuk melakukan
A. Tapi cobalah memberikan dia pilihan, misalnya Arif mau A atau mau B?
Dan tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip.
Dari masalah yang sepele mulai dari pilihan memakai kaos kaki, baju atau memilih sekolah. Dia akan merasa dihargai dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.
Sebagai seorang ayah, Anda bisa membimbing dan memantaunya.
8. Penuhilah sesuai kebutuhannya.
Bertambah dewasa seorang anak, akan semakin bertambah kebutuhannya, semakin beragam dan variatif. Jangan Anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi.
Mereka membutuhkan perlakuan sesuai dengan usianya.
Kebutuhan seorang bayi tentunya berbeda dengan kebutuhan seorang anak usia sekolah, juga berbeda kebutuhan anak menjelang remaja dengan kebutuhan anak usia sekolah dan seterusnya. Cobalah Anda memahami kebutuhan anak Anda, dan tidak menganggapnya sebagai your sweety selalu.
Demikianlah sedikit gambaran mengenai kiat-kiat agar Anda bisa semakin aktif berinteraksi dengan anak Anda. Jangan lewatkan masa-masa pertumbuhan itu, you won’t get it back if you miss it.
sumber: eramuslim sit.t rumahkusorgaku.wordpress.com

Bahagia bersama Mertua 2


Meksipun di masa kini sudah banyak pasangan yang tidak lagi tinggal serumah dengan mertua (pondok mertua indah), namun hal tersebut bukan berarti bahwa masalah menantu -mertua tidak lagi terjadi. Hal ini mengingat bahwa sebagai anggota dari suatu keluarga besar, maka mertua dan menantu pasti akan sering bertemu dan saling berinteraksi, misalnya pada saat hari raya atau ketika menengok cucu (bagi sang mertua) atau menengok nenek (bagi sang cucu). permasalahan hubungan antara menantu dengan mertua seringkali menjadi pemicu timbulnya konflik antara suami dengan istri atau sebaliknya.cepat atau lambat permasalahan ini tentu akan memiliki dampak yang tidak menyenangkan baik bagi mertua dan menantu maupun bagi seluruh anggota keluarga besar. Mengapa permasalahan seperti ini bisa terjadi dan bagaimana cara menanganinya sehingga hubungan antara menantu dengan mertua dapat berlangsung harmonis?
Menantu Perempuan vs Mertua Perempuan mengapa yang menjadi sorotan hanya menantu perempuan dan mertua perempuan?. Jawabannya adalah karena kasus-kasus yang sering terdengar biasanya lebih banyak melibatkan menantu perempuan dan mertua perempuan. namun demikian, hal ini tentu tidak bisa diartikan bahwa menantu lelaki tidak pernah menghadapi masalah dengan mertua lelaki maupun mertua perempuan atau antara menantu perempuan dengan mertua lelaki.
Mengapa jarang terdengar (meskipun ada) masalah antara menantu lelaki dengan mertua perempuan, atau menantu perempuan dengan mertua lelaki, atau menantu lelaki dengan mertua lelaki? Pertanyaan ini mungkin dapat dijawab dengan argumentasi klasik bahwa lelaki dan perempuan pada dasarnya memang memiliki perbedaan. Menurut John Gray dalam bukunya Men Are From Mars, Women Are From Venus, perbedaan mendasar antara lelaki dengan perempuan dapat digambarkan sebagai berikut:
Lelaki

Perempuan

Sense of self dinilai dari prestasi
Lebih berorientasi pada tugas
Mandiri
Minta bantuan dapat diartikan sebagai lemah
Sense of self dinilai dari kemampuan membina hubungan
Lebih berorientasi pada hubungan
Saling tergantung
Minta bantuan berart menghormati orang yang dimintai bantuan
Fokus pada tujuan
Menikmati proses
Bersaing
Bekerjasama
Mengandalkan kemampuan analisis
Mengandalkan kemampuan intuisi
Cara pikir Linear: fokus pada satu hal dalam satu waktu, dan terkotak-kotak
Multi-tasking: berkutat dengan hal-hal kecil dalam satu waktu, dan sambung-menyambung (seperti gulungan benang)
Bertindak
Merasa lebih baik dengan menyelesaikan masalahnya
Berbicara
Merasa lebih baik dengan membicarakan masalahnya
Saat stress: cenderung menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan atau
menarik diri.
Saat stress: semakin terlibat dengan orang lain, lebih banyak berbicara agar dapat
didengarkan dan dimengerti
Kebutuhan utama: dihormati
(dipercaya, diterima, dihargai, dikagumi, diteguhkan, didukung).
Kebutuhan utama: di-ayom-i
(diperhatikan secara lembut, dimengerti, dihormati, dilindungi, diteguhkan, penghiburan).
Kata-kata digunakan untuk menyampaikan fakta dan informasi
Kata-kata merupakan sesuatu yang alami, sama halnya seperti bernafas
Dengan melihat beberapa perbedaan diatas, tentunya dapat dimengerti mengapa masalah menantu–mertua kebanyakan terjadi diantara kaum perempuan. Permasalahan yang terjadi seringkali cukup sulit diatasi, bahkan bagi mereka yang terlalu larut didalam masalah ini hubungannya dengan suami bisa menjadi rusak dan tidak mesra lagi. Apalagi jika suami tidak bisa menjadi pendamai karena merasa terjepit ditengah-tengah istri dan orangtua.
Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan

Pada dasarnya penyelesaian suatu masalah pasti akan sangat tergantung pada diri individu itu sendiri. Dialah yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Jika harus menunggu pihak lain maka tentu akan sulit mencari suatu penyelesaian. Bagi anda yang mungkin mengalami masalah dengan mertua atau menantu, ada baiknya anda mempertimbangkan beberapa saran berikut ini:

1. Mulailah berdamai dengan diri sendiri
Berdamai dengan diri sendiri artinya menciptakan suasana tenang dalam diri sendiri dan membuang berbagai pikiran negatif yang muncul. Adapun cara-cara yang bisa dilakukan adalah:
* Ambil jarak dengan cara mengurangi jumlah pertemuan atau bila perlu tidak bertemu sama sekali untuk sementara waktu
* Alihkan pikiran secara total pada hal-hal lain yang lebih positif , misalnya urusan anak/cucu, suami, rumah, pekerjaan, dan terutama ibadat (mendekatkan diri pada Allah SWT).
2. Interospeksi Diri
Tanyakan pada diri anda sendiri apakah selama ini anda selalu mencari pembenaran atas segala tindakan yang anda lakukan terhadap mertua/menantu daripada melihat suatu masalah secara obyektif? Tidak adakah hal-hal positif atau masa-masa indah yang telah dilalui bersama-sama? Apakah untung ruginya jika terus-terusan bermasalah dengan mertua/menantu?Mulailah dengan mengubah pola pikir anda.
Ingatlah bahwa setiap perselisihan pasti melibatkan lebih dari satu orang dan dalam hal ini tidak ada yang tidak bersalah. Oleh karena itu, jika sebelumnya anda cenderung memikirkan setiap hal secara negatif dan selalu menyalahkan orang lain, cobalah sekarang belajar sedikit demi sedikit melihat permasalahan secara obyektif.
3.Mulailah belajar untuk memahami beberapa hal seperti:
* budaya keluarga yaitu turan, didikan, kebiasaan-kebiasaan, dan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu keluarga. Semua itu tentu saja membentuk karakter, sikap, dan pembawaan individu dalam kesehariannya dan dalam menghadapi masalah.
* saling memahami dan saling menyesuaikan diri . bila sudah menikah dengan anaknya maka seorang menantu dianggap sebagai anak oleh sang mertua dan bila menikah dengan seseorang berarti menikah juga dengan keluarganya, namun hal itu tidak boleh dilihat secara mutlak dan terjadi secara instant. Dalam kenyataan, komunikasi antara menantu–mertua mungkin tidak akan sebebas antara anak–orangtua. Artinya ada hal-hal yang harus tetap dijaga oleh pihak menantu dalam berinteraksi dengan mertua dan sebaliknya.
* Sebagai individu yang tentu memiliki berbagai kekurangan, maka seorang menantu atau mertua tentu pernah melakukan kehilafan atau kesalahan dalam proses berinteraksi. Hal tersebut tentu tidak serta merta harus dilihat sebagai suatu ancaman atau serangan. Tindakan atau sikap yang salah tersebut jika ditelaah secara obyektif mungkin juga pernah ditunjukkan oleh orang tua sendiri (bagi menantu) atau anak sendiri (bagi mertua). Oleh karena itu, seorang menantu atau mertua harus mampu melihat dan memahami permasalahan secara obyektif.
4. Jangan mudah terpancing dengan informasi atau gosip yang diberikan oleh pihak ketiga.
Jika mendapat pengaduan dari pihak ketiga mengenai sang mertua/menantu – terlepas dari kepentingan si pihak ketiga – ingatlah bahwa besar kemungkinan ada kata-kata yang hilang atau ditambahkan yang menyebabkan sebuah informasi jadi melenceng dari maksud aslinya. Dalam menyikapi hal seperti ini maka alangkah baiknya jika informasi yang diterima langsung dikonfirmasikan ke pihak yang bersangkutan.
5.Jika anda membutuhkan orang lain untuk “curhat”, maka pastikan orang tersebut benar-benar dapat dipercaya.
Jangan sampai apa yang anda sampaikan pada orang tersebut justru menyebar ke pihak lain.Jadikan curhat anda untuk mencari solusi penyelesaiannya pula.
Akhir kata… “when it is impossible to change others, you must change yourself” (Jika tidak mungkin mengubah orang lain, Anda harus mengubah diri sendiri), tentu saja dalam konotasi positif. Namun perlu diingat bahwa dibutuhkan kerendahan hati dan kesabaran untuk menyadari, mengakui, dan menerima kekurangan-kekurangan diri sendiri, serta mengerti dan menerima kekurangan-kekurangan orang lain. Yang pasti, semua proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
e-psikologi.com
rumahkusorgaku.wordpress.com

Bahagia bersama Mertua 1


PMI yang satu ini pada sebagian pasutri -terutama pasutri baru- sangatlah populer. Pondok Mertua Indah. Sebagian merasakan bagai semanis madu, namun sebagian lain berasa lebih pahit dari empedu.
Banyak yang merasakan, tinggal serumah dengan mertua menjadikan rumah tangga kehilangan ‘kemerdekaan’ atau kebebasan, sehingga berakibat kurang bahagia dan harmonis. Terutama bagi yang memiliki mertua yang suka mengintervensi atau ikut campur tangan dalam masalah rumah tangga anaknya. Karena itu tidak mengherankan bila banyak pasangan yang lebih memilih ngontrak daripada tinggal serumah dengan mertua.
Agar tetap bahagia walau serumah dengan mertua, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:
1. Mengetahui dan Memahami Sifat dan Karakter Mertua
- agar kita bisa lebih memahami mertua, sehingga bisa mengerti dan menyikapi dengan bijaksana terhadap berbagai sikap dan tingkah laku mertua.
Untuk mengetahui sifat dan karakter mereka, kita bisa menggali informasi dari anak-anaknya, termasuk suami atau istri kita sendiri. Selain itu tentu juga melalui pengamatan kita sehari-hari.
- bisa lebih luwes dalam bersikap terhadap mereka. Jika mertua bersifat lemah lembut dan sensitif, maka kita pun harus pandai-pandai dalam mengahadapinya, agar tidak mudah tersinggung dengan sikap, ucapan dan tingkah laku kita.
Jika ternyata mertua bersifat keras dan temperamental, maka selayaknya kita bersabar, dan tidak mudah tersinggung atas segala ucapan dan tindakannya. Tetaplah menghadapinya dengan sopan dan lemah lembut, insyaallah lama kelamaan mertua pun akan menaruh simpati pada kita.
2. Bersikap Sopan terhadap Mertua
Mertua adalah orang yang harus kita hormati sebagaimana kita menghormati orang tua kita. Karena itu, selayaknyalah kita senantiasa bersikap sopan terhadap mereka. Usahakan untuk tidak menyinggung perasaan mereka. Bila ingin mengungkapkan sesuatu yang kontra atau berseberangan dengan pendapat dan keinginan mereka, maka ungkapkanlah dengan hati-hati dan jauhilah sikap emosional. Sebagai orang yang lebih muda, selayaknya kita lebih bisa bersabar menghadapi mertua.
3. Berusaha Menyenangkan Hatinya
agar kita bisa merasa nyaman hidup berdampingan dengan mertua, maka kita pun harus berusaha membuat mereka merasa nyaman bersama kita.
Tips nya antara lain:
- Selalu bermuka manis di hadapan mertua
Bermuka manis di hadapan sesama muslim adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila ini kita usahakan, insyaallah akan bermanfaat positif terhadap kelancaran komunikasi. Raut wajah yang cerah dan murah senyum, akan membuat mertua merasa lebih nyaman berdekatan dengan menantunya.
- Membantu pekerjaan rumah tangga
Mertua tentu senang bila memiliki menantu yang rajin membantu pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, menyapu, dan sebagainya. Menjadi menantu laki-laki juga bisa membantu membersihkan halaman, kebun, membersihkan kamar mandi, atau membelah kayu bakar.
- Memberi uang belanja
Bila mampu, usahakan memberikan uang belanja bulanan kepada mertua, lebih-lebih jika kebutuhan harian kita telah diurus atau ditanggung oleh mertua.
- Memberi oleh-oleh dan hadiah
Sekali-sekali kita sebaiknya membelikan makanan atau barang yang disukai oleh mertua kita. Terutama jika kita pulang dari bepergian jauh, bawakanlah oleh-oleh untuk mereka.
Selain itu, pada hari istimewa seperti Idul Fitri, berikanlah hadiah pada mertua berupa sarung, mukena, atau yang lainnya. Selain untuk menyenangkan hatinya, semua itu kita berikan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kita terhadap mertua.
4. Mengakrabi Mertua
Mertua adalah orang tua kita juga. Karena itu, sebisa mungkin kita harus berusaha akrab dengan mereka. Jangan sampai hubungan komunikasi menantu-mertua terasa kaku, padahal tinggal serumah. Bersama-sama menikmati teh hangat di pagi hari sambil membicarakan hal-hal yang menarik, merupakan salah satu kesempatan yang baik untuk mengakrabi mertua.
Kalau kita sudah akrab dengan mertua, maka hubungan komunikasi pun akan lebih lancar. Insyaallah, bila kita berniat mendakwahi mereka pun, akan lebih mudah mereka terima.
Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan tinggal serumah dengan mertua. Insyaallah, bila kita bisa membangun suasana yang nyaman, rumah mertua benar-benar bisa menjadi ‘pondok mertua indah’ yang membahagiakan.
Ummu Fauzan
Sakinah – Vol. 5, No. 4
Selasa, 27-Februari-2007
sumber:
http://rumahkusorgaku.wordpress.com